Deskripsi
Kemiskinan ekstrem merupakan salah satu tantangan pembangunan yang paling kompleks.Meskipun berbagai program pengentasan kemiskinan telah dilaksanakan oleh pemerintah, masih terdapat perbedaan karakteristik dan tingkat keberhasilan antar wilayah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa strategi penanggulangan kemiskinan tidak dapat disamaratakan, melainkan memerlukan pendekatan yang mampu mengidentifikasi karakteristik serta determinan kemiskinan secara lebih spesifik sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.
Buku ini hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui pengembangan Determinan Makro Puzzle Kemiskinan Ekstrem di Jawa Tengah, yaitu suatu terobosan analisis yang memadukan pendekatan ekonomi regional, analisis data panel, dan pemetaan tipologi wilayah. Buku memotret terhadap 35 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah selama periode 2011–2022 indikator utama kemiskinan ekstrem, yaitu Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Kedua indikator tersebut dianalisis bersama empat variabel makroekonomi, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), inflasi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), serta Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).
Hasil Buku menunjukkan bahwa Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) merupakan determinan yang paling konsisten dalam menurunkan tingkat kemiskinan ekstrem, karena berpengaruh negatif dan signifikan terhadap indeks kedalaman maupun keparahan kemiskinan. Paradoxnya APBD masih menunjukkan pengaruh positif sehingga efektivitas alokasi belanja pemerintah daerah belum mampu menghasilkan dampak yang lebih nyata terhadap pengurangan kemiskinan. Sementara itu, inflasi terbukti berbeda berpengaruh terhadap kedalaman dan keparahan kemiskinan ekstrem ,.sedangkan PDRB belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kedalaman dan Keparahan kemiskinan. Temuan-temuan tersebut memberikan pemahaman bahwa pertumbuhan ekonomi semata belum cukup menjamin penurunan kemiskinan ekstrem apabila tidak diikuti oleh pemerataan manfaat pembangunan, peningkatan kualitas kebijakan publik yang tepat sasaran.
Kontribusi utama buku ini adalah lahirnya Model Puzzle Makro Kemiskinan Ekstrem yang mengelompokkan kabupaten dan kota berdasarkan tingkat kedalaman, keparahan, dan karakteristik determinan kemiskinan. Model ini menghasilkan klasifikasi wilayah ke dalam kategori kuat, moderat, dan lemah, serta menyusun spektrum tingkat kemiskinan ekstrem sebagai dasar penetapan prioritas intervensi pembangunan. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah dapat merancang kebijakan yang lebih adaptif, efisien, dan berbasis bukti (evidence-based policy), sehingga sumber daya pembangunan dapat diarahkan kepada wilayah yang paling membutuhkan.
Lebih dari sekadar menyajikan hasil analisis statistik, buku ini menawarkan sebuah kerangka konseptual dan operasional yang dapat dimanfaatkan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan, naskah akademik, kajian kebijakan, pohon kinerja, hingga evaluasi program pengentasan kemiskinan ekstrem di tingkat nasional maupun daerah. Pendekatan determinan puzzle yang dikembangkan juga dapat direplikasi pada provinsi lain dengan melakukan penyesuaian terhadap karakteristik sosial, ekonomi, dan fiskal masing-masing wilayah.

