Deskripsi
Buku yang berada di tangan pembaca ini lahir dari sebuah kegelisahan akademis dan spiritual di tengah tantangan pendidikan zaman now. Di satu sisi, kita menyaksikan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. Namun, di sisi lain, kita dihadapkan pada krisis moral, disorientasi nilai, dan kekeringan spiritual yang melanda banyak kalangan, tak terkecuali di dunia pendidikan. Terjadi jurang pemisah yang lebar antara pengejaran kompetensi intelektual (akal) dan pembinaan karakter serta spiritualitas (hati).
Dalam konteks inilah, pemikiran Bediuzzaman Said Nursi (1877-1960), seorang ulama, pemikir, dan pembaharu Muslim dari Turki, hadir bagai oase di tengah gurun. Karyanya yang monumental, Risale-i Nur, bukan sekadar tafsir Al-Qur’an, melainkan sebuah masterpiece yang berhasil membangun jembatan kokoh antara iman, akal, dan sains. Nursi menawarkan sebuah pendekatan yang integratif untuk memahami hakikat kehidupan dan membangun manusia paripurna.
Buku “Metode Integratif Pendidikan Tazkiyatun Nafs Perspektif Said Nursi: Merawat Iman, Akal, Dan Kalbu” ini berusaha menyelami khazanah pemikiran Nursi tersebut, khususnya yang terkait dengan konsep Tazkiyatun Nafs—proses penyucian jiwa—dan relevansinya sebagai sebuah metode pendidikan. Penulis berusaha memetakan dan menganalisis bagaimana Nursi melihat jiwa manusia dengan segala potensi dan penyakitnya, lalu merancang “proses pembelajaran” untuk menyucikannya dengan cara yang rasional, spiritual, dan aplikatif.

