Deskripsi
Jiwa manusia hanyalah sekumpulan reaksi kimia di otak atau sekadar pola perilaku yang terbentuk oleh lingkungan? Sebagaimana temuan para Psikolog, fokus buku ini adalah untuk mengatasi perbedaan antara kebenaran wahyu dan sains empiris. Sebagai Hudallinnas (petunjuk bagi manusia) dan Syifa (obat penawar), Al-Qur’an membahas hukum dan sejarah serta memberikan cetak biru yang tepat tentang anatomi jiwa Nafs. Dalam setiap ayatnya, ada simbol-simbol psikologis yang menjelaskan bagaimana jiwa kehilangan keseimbangan, bagaimana luka batin fi qulubihim maradhun muncul, dan bagaimana pemulihan harus dilakukan.
Buku ini tidak menolak hasil psikologi kontemporer, sebaliknya ia menawarkan integrasi. Al-Qur’an mengajak kita menyelam lebih dalam sampai ke lumpur spiritualitas yang melandasinya, sebagai awal timbulnya perilaku menyimpang yang dilandasi dari gangguan jiwa, sementara psikologi modern berkonsentrasi pada perilaku dan gejala yang tampak secara empiris. Penulis akan membahas bagaimana Al-Qur’an menjelaskan konsep gejala psikologis yang melekat secara individual (individual makup) seperti sakinah (ketenangan), khauf (ketakutan), dan huzn (kesedihan) sebagai fenomena psikopatologis dan pintu menuju transendensi.

